LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI
FISIK II
PERCOBAAN IV
PENENTUAN BERAT MOLEKUL
POLIMER KITOSAN MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD
OLEH:
NAMA : RIFANDI AZIS TEBA
NIM : F1F1 12 018
KELAS : A
KELOMPOK : I (SATU)
ASISTEN : ABDUL KADIR
LABORATORIUM FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2013
PENENTUAN BERAT MOLEKUL
POLIMER KITOSAN MENGGUNAKAN VISKOMETER OSTWALD
A. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk
mempelajari berat molekul polimer kitosan menggunakan viskometer Ostwald.
B. LANDASAN
TEORI
Viscosity (viskositas) merupakan
cara pengukuran resistensi siatu cairan ketika mengalir. Secara mudah, viscosity ini mungkin dapat dianggap
derajat kekentalan cairan, meskipun tidak sepenuhnya demikian, karena
kekentalan suatu cairan juga ditentukan oleh sifat-sifat lain seperti elasticity maupun cohesiveness. Besarnya viskositas dari materi viskoelastik
berbanding lurus dengan berat molekul, serta dipengaruhi oleh temperatur dan
kandungan polimernya. Semakin berat molekul akan semakin tinggi viskositasnya.
Sebagai perbandingan, larutan BSS (balanced
salt solution) mempunyai viskositas 1 centipoise (cps); chondroitin sulfate: 10 cps, sodium hyaluronate: 30.000 cps; dan sodium
hyaluronate + chondroitin sulfate: 40.000 cps (Soekardi, 2004).
Viskositas adalah ukuran
yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau fluida. Kekentalan merupakan sifat
cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. Beberapa cairan
ada yang dapat mengalir cepat, sedangkan lainnya mengalir secara lambat. Cairan
yang mengalir cepat seperti air, alkohol dan bensin mempunyai viskositas kecil.
Sedangkan cairan yang mengalir lambat seperti gliserin, minyak castor dan madu
mempunyai viskositas besar. Jadi viskositas tidak lain menentukan kecepatan
mengalirnya suatu cairan (Sutiah, 2008).
Viskositas dapat
dinyatakan sebagai tahanan aliran fluida yang merupakan gesekan antara
molekul-molekul cairan satu dengan yang lain. Nilai viskositas mutlak
dibutuhkan dalam penentuan sifat fisik cairan. Secara konvensional, nilai
viskositas dapat diukur dengan cara mengalirkan zat cair tersebut. Cairan yang
memiliki viskositas tinggi lebih sulit mengalir dibanding dengan cairan yang
mempunyai viskositas rendah (Samdara, 2008).
Viskometer merupakan alat
yang digunakan untuk mengukur viskositas suatu fluida. Model viskometer yang
umum digunakan berupa viskometer peluru jatuh, tabung (pipa kapiler) dan sistem
rotasi. Viskometer rotasi silinder sesumbu (concentric cylinder) dibuat berdasarkan
2 standar, yaitu sistem Searle dimana silinder bagian dalam berputar dengan
silinder bagian luar diam dan sistem Couette dimana silinder bagian luar yang
diputar sedangkan bagian dalam silinder diam. Fluida yang akan diukur
ditempatkan pada celah di antara kedua silinder ( Febrianto, 2013).
Kekentalan
adalah suatu alat yang berhubungan erat dengan hambatan yang mengalir.
Kekentalan didefinisikan sebagai gaya yang diperlukan untuk menggerakan secara
berkeseimbangan suatu permukaan datar melewati permukaan datar lain dalam
kondisi mapan tertentu bila ruang diantara permukaan tersebut diisi dengan
cairan yang akan ditentukan kekentalannya. Kekentalan adalah tekanan geser
dibagi laju tekanan geser. Satuan dasarnya yaitu poise; namun oleh karena
kekentalan yang diukur umumnya merupakan harga pecahan piose, maka lebih mudah
digunakan satuan dasar sentipoise (1 poise = 100 sentipoise) (Dirjen POM,
1979).
Viskositas dihitung sesuai
persamaan Poiseuille Ƞ =
dengan t ialah waktu yang diperlukan cairan bervolume V,
yang mengalir melalui pipa kapiler dengan panjang l dan jari-jari r. Tekanan P
merupakan perbedaan tekanan aliran kedua ujung pipa viskosimeter dan besarnya diasumsikan
sebanding dengan berat cairan. Pengukuran viskositas yang tepat dengan cara di
atas sulit dicapai. Hal ini disebabkan harga r dan l sukar ditentukan secara
tepat. Kesalahan pengukuran terutama r, sangat besar pengaruhnya karena harga
ini dipangkatkan empat. Untuk menghindari kesalahan tersebut dalam prakteknya digunakan
suatu cairan pembanding. Cairan yang paling sering digunakan adalah air
(Sutiah, 2008).

Cara menentukan viskositas
suatu zat menggunakan alat yang dinamakan viskometer. Ada beberapa tipe
viskometer yang biasa digunakan antara lain viskometer kapiler/Ostwald yaitu viskositas
dari cairan yang ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan
tersebut untuk lewat antara 2 tanda ketika mengalir karena gravitasi melalui
viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu
yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui (biasanya air)
untuk lewat 2 tanda tersebut. Viskometer Hoppler, prinsip kerjanya adalah
menggelindingkan bola (yang terbuat dari kaca) melalui tabung gelas yang berisi
zat cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola merupakan fungsi dari harga
resiprok sampel. Viskometer Cup dan Bob, prinsip kerjanya sample digeser dalam
ruangan antara dinding luar dari bob dan dinding dalam dari cup dimana bob
masuk persis ditengah-tengah. Viskometer Cone dan Plate, cara pemakaiannya
adalah sampel ditempatkan ditengah-tengah papan, kemudian dinaikkan hingga
posisi di bawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan bermacam
kecepatan dan sampelnya digeser di dalam ruang semitransparan yang diam dan
kemudian kerucut yang berputar (Moechtar, 1990).
Kitosan adalah
polisakarida yang banyak terdapat di alam setelah selulosa. Kitosan merupakan
suatu senyawa poli (N-amino-2 deoksi β-D-glukopiranosa) atau glukosamin
hasil deasetilasi kitin/poli (N-asetil-2 amino-2-deoksi β-
D-glukopiranosa) yang diproduksi dalam jumlah besar di alam, yaitu terdapat
pada limbah udang dan kepiting yang cukup banyak terdapat di Indonesia.
Pemanfaatan limbah kulit udang sebagai kitosan selain dapat mengatasi masalah
lingkungan juga dapat menaikan nilai tambah bagi petani udang. Kualitas kitosan
dapat dilihat dari sifat intrinsiknya, yaitu kemurniannya, massa molekul, dan
derajat deasetilasi (Ramadhan, 2010).
Kitosan merupakan senyawa
dengan rumus kimia poli (2-amino-2-dioksi-β-D-Glukosa) yang dapat dihasilkan
dengan proses hidrolisis kitin menggunakan basa kuat. Saat ini terdapat lebih
dari 200 aplikasi dari kitin dan kitosan serta turunannya di industri makanan,
pemrosesan makanan, bioteknologi, pertanian, farmasi, kesehatan, dan lingkungan
(Hargono, 2008).
C. ALAT
DAN BAHAN
1.
Alat
Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah:
-
Viskometer
Ostwald
-
Corong
-
Filler
-
Statif dan Klem
-
Stopwatch
2.
Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah:
-
Kitosan
2%, 4%, 6%, dan 8%.
-
Asam asetat 2%.
-
Tissue
-
Akuades
D. PROSEDUR
KERJA
1.
Waktu Alir Asam Asetat


-
Dimasukkan
10 ml ke dalam viskometer Ostwald
-
Diisap
menggunakan filler dan dialirkan dari batas atas hingga batas bawah
-
Dicatat
waktu alirnya
-
Dilakukan
triplo
-
Dihitung
t rata-ratanya
Hasil pengamatan…?
2.
Waktu Alir Kitosan

![]() |
-
Dimasukkan
10 ml ke dalam viskometer Ostwald
-
Diisap
menggunakan filler dan dialirkan dari batas atas hingga batas bawah
-
Dicatat
waktu alirnya
-
Dilakukan
triplo
-
Dihitung
hrel, hspes, dan hred
-
Diulangi untuk kitosan 4%, 6%, dan 8%

-
Diplot
hubungan antara konsentrasi dan hred
-
Dihitung
berat molekul kitosan
Hasil pengamatan…?
E. HASIL
PENGAMATAN
1.
Tabel
Pengamatan
No.
|
Sampel
|
Konsentrasi
|
Waktu Alir
|
t Rata-rata
|
Ƞrel
|
Ƞsps
|
Ƞred
|
||
t1
|
t2
|
t3
|
|||||||
1.
2.
|
Asam
Asetat
Kitosan
|
2 %
2 %
4 %
6 %
8 %
|
6,98
8,12
9,33
10,79
13,79
|
7,99
8,26
9,14
10,65
14,02
|
7,35
7,97
9,23
10,44
14,03
|
7,44
8,11
9,23
10,63
13,94
|
-
1,09
1,24
1,42
1,87
|
-
0,09
0,24
0,42
0,87
|
-
4,5
6
7
10,8
|
2.
Data
Perhitungan
a.
Ƞ
relatif tiap bahan
·
Ƞrel
kitosan 2% =
=
= 1,09


·
Ƞrel
kitosan 4% =
=
=
1,24


·
Ƞrel
kitosan 6% =
=
= 1,42


·
Ƞrel
kitosan 8% =
=
= 1,87


b.
Ƞ
spesifik
·
Ƞsps
kitosan 2% = Ƞrel - 1 =
1,09 – 1 = 0,09
·
Ƞsps
kitosan 4% = Ƞrel - 1 = 1,24
– 1 = 0,24
·
Ƞsps
kitosan 6% = Ƞrel - 1 = 1,42
– 1 = 0,42
·
Ƞsps
kitosan 8% = Ƞrel - 1 = 1,87
– 1 = 0,87
c.
Ƞ
reduksi
·
Ƞred
kitosan 2% =
=
= 4,5


·
Ƞred
kitosan 4% =
=
= 6


·
Ƞred
kitosan 6% =
=
= 7


·
Ƞred
kitosan 8% =
=
=
10,8


3.
Grafik
Konsentrasi
|
ɳred
|
0,02
|
4,5
|
0,04
|
6
|
0,06
|
7
|
0,08
|
10,8
|

Persamaan
Kurva :
Dik : y
= 99,5x + 2,1, dimana η = 2,1
K = 1,46 x 10-4
a = 0,83
Dit : Mv= …..?
Pent :
log η =
log K + a ∙ log Mv
a
∙ log Mv = log η – log K
log
Mv = 

Mv =
Inv. log 

= Inv.log 

= Inv.log 5
= 100.000
F. PEMBAHASAN
Viskositas adalah ukuran
yang menyatakan kekentalan dari suatu fluida (cairan). Semakin besar viskositas fluida,
maka semakin sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat
cair, viskositas dihasilkan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan
dalam gas, viskositas timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas.
Viskositas suatu bahan dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain suhu/temperatur, konsentrasi larutan,
berat molekul solut, dan tekanan. (1) Suhu, Viskositas berbanding terbalik dengan suhu. Jika suhu
naik maka viskositas akan turun, dan begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan
karena adanya gerakan partikel-partikel cairan yang semakin cepat apabila suhu
ditingkatkan dan menurun kekentalannya. (2) Konsentrasi, Viskositas berbanding lurus dengan
konsentrasi larutan. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi akan memiliki
viskositas yang tinggi pula, karena konsentrasi larutan menyatakan banyaknya
partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Semakin banyak partikel yang
terlarut, gesekan antar partikel semakin tinggi dan viskositasnya semakin
tinggi pula. (3) Berat Molekul, Viskositas
berbanding lurus dengan berat molekul solute, karena dengan adanya solute yang
berat akan menghambat atau memberi beban yang berat pada cairan sehingga akan
menaikkan viskositasnya. (4) Tekanan, Viskositas berbanding lurus dengan tekanan, karena
semakin besar tekanannya, cairan akan semakin sulit mengalir akibat dari beban
yang dikenakannya. Viskositas akan bernilai tetap pada tekanan 0-100 atm.
Untuk mengukur viskositas, digunakan
sebuah alat yang
disebut viskometer. Viskometer adakah sebuah alat untuk mengukur besar
kecilnya kekentalan dari suatu fluida (cairan). Beberapa tipe viskometer antara lain
viskometer kapiler Ostwald, viskometer Hoppler, viskometer Cup dan Bob, dan
viskometer Cone dan Plate. Pengukuran viskositas pada percobaan ini menggunakan
viskometer jenis Ostwald.
Prinsip kerja alat ini yaitu sejumlah tertentu
cairan dimasukkan ke dalam A, kemudian dengan cara menghisap atau meniup,
cairan dibawa ke B, sampai melewati garis m. Selanjutnya cairan dibiarkan
mengalir secara bebas dan waktu yang diperlukan untuk mengalir bebas dan waktu
yang diperlukan untuk mengalir dari garis ke n diukur. Berikut gambar
dari Viskometer Ostwald.

Pada pecobaan ini, akan dilakukan
penentuan berat molekul polimer dari kitosan. Kitosan adalah polisakarida yang
banyak terdapat di alam setelah selulosa. Kitosan merupakan suatu senyawa poli
(N-amino-2 deoksi β-D-glukopiranosa) atau glukosamin hasil deasetilasi
kitin/poli (N-asetil-2 amino-2-deoksi β- D-glukopiranosa) yang
diproduksi dalam jumlah besar di alam. Berikut Strukturnya.

Untuk mencari berat molekul polimer dari kitosan, perlu diketahui
perbandingan viskositas suatu larutan terhadap viskositas larutan murni, maka
viskositas spesifik dan viskositas reduksi pun dapat ditentukan. Perbandingan
viskositas suatu larutan terhadap viskositas murni sama dengan perbandingan
antara waktu alir larutan dan waktu alir pelarut. Perbandingan ini dinyatakan
sebagai viskositas relatif (Ƞr). Viskositas spesifik (Ƞsp)
dihitung berdasarkan perbandingan antara kecepatan aliran suatu larutan dengan
pelarutnya. Konsentrasi larutan pada percobaan ini merupakan larutan yang
sangat encer (mendekati nol) sehingga
harga Ƞr akan mendekati satu
(≈1). Dengan demikian viskositas spesifik (Ƞsp) = Ƞr –
1. Viskositas reduksi (Ƞred) dihitung
dari perbandingan antara viskositas spesifik dengan konsentrasi larutan (Ƞsp/C).
Berat molekul kitosan diukur berdasarkan viskositas instrinsik (Ƞ) yang
diperoleh dari persamaan garis antara konsentrasi dan viskositas reduksi (Ƞred).
Dengan memasukkan fungsi (Ƞ) dalam persamaan Mark-Houwink (Ƞ = KMa),
dimana harga K dan a untuk sistem polimer-pelarut tertentu yang sudah
diketahui, maka harga M (berat molekul) polimer kitosan dapat dihitung.
Berdasarkan percobaan yang
telah dilakukan, diperoleh waktu alir kitosan bervariasi. Rata-rata waktu alir
asam asetat 2% adalah 7,44
detik; kitosan 2% adalah 8,11 detik; kitosan 4% adalah 9,23 detik; kitosan 6% adalah 10,63 detik; dan kitosan 8% adalah 13,94 detik. Hal ini sesuai
dengan teori yaitu semakin
besar konsentrasi suatu zat semakin lama
waktu alirnya, sebab makin besar konsentrasi suatu larutan, semakin besar
hambatan suatu larutan untuk mengalir.
Dalam dunia farmasi, Kitosan dan turunannya digunakan dalam industri pangan,
kosmetik, pertanian, farmasi pengolahan limbah dan penjernihan air. Dalam
bidang pangan, kitosan dapat dimanfaatkan dalam pengawetan pangan, bahan
pengemas, penstabil dan pengental, antioksidan serta penjernih pada produk
minuman. Selain itu, kitosan banyak diaplikasikan sebagai pangan fungsional
karena dapat berfungsi sebagai serat makanan, penurun kadar kolesterol,
antitumor serta prebiotik. Mengingat seringnya penggunaan kitosan, sehingga
penentuan berat molekul dari kitosan ini perlu diketahui oleh seorang farmasis.
G. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah
dilakukan dapat disimpulkan bahwa penentuan berat molekul kitosan menggunakan
viscometer Ostwald diperoleh sebesar 100.000.
DAFTAR
PUSTAKA
Dirjen POM, 1979, Farmakope Indonesia Edisi Empat, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.
Febrianto, T., Sukiswo S.E., dan Sunarno, Rancang Bangun
Alat Uji Kelayakan Pelumas Kendaraan Bermotor Berbasis Mikrokontroler, Unnes Physics Journal, Vol. 2 No.1, Universitas Negeri
Semarang.
Hargono, Abdullah, Indro S., 2008, Pembuatan Kitosan
dari Limbah Cangkang Udang serta Aplikasinya dalam Mereduksi Kolesterol Lemak
Kambing, Jurnal Reaktor Vol. 12 No. 1, Universitas Diponegoro, Diponegoro.
Moechtar, 1990, Farmasi
Fisik, UGM-press, Yogyakarta.
Ramadhan, L.A.O.N., Radiman C.L., Wahyuningrum D.,
Suendo V., Ahmad L.O., Valiyaveetiil S., 2010, Deastilasi Kitin Secara Bertahap
dan Pengaruhnya Terhadap Derajat Deastilasi serta Massa Molekul Kitosan, Jurnal Kimia Indonesia Vol. 5 No. 1.
Samdara, R., Syamsul B., Ahmad M., 2008, Rancang Bangun
Viskometer dengan Metode Rotasi Berbasis Komputer, Jurnal Gradien Vol. 4 No. 2,
Universitas Bengkulu.
Soekardi I., Johan A.H., 2004, Transisi Menuju Fakoemulsifikasi; Langkah-langkah Menguasai Teknik dan
Menghindari Komplikasi Edisi I, Granit, Jakarta.
Sutiah, Sofjan F.K., Wahyu S.B., 2008, Studi Kualitas
Minyak Goreng dengan Parameter Viskositas dan Indeks Bias, Jurnal Berkala Fisika Vol.
11 No. 2, Universitas Diponegoro.
Slot Machines and Casino Games
BalasHapusIn 토 타임 the online 힘 숨찐 챌린지 casino, you can choose between a slot machine 벳365 and a 골인 뱃 slot machine, and a slot machine 블루 벳 먹튀 is often played with real money as a bonus. However,
Betway Casino Mobile - Mapyro
BalasHapusBetway is a betting app on the Apple App Store. It 경상북도 출장마사지 was launched 경주 출장샵 in March 거제 출장샵 2019, and it's still available on the 광명 출장안마 App 목포 출장마사지 Store for iPhone,